Thursday, June 24, 2010

Sempurna Dengan Tanda Tanya

Ini cuma tulisan, boleh dianggap lelucon atau bukan sekedar lelucon :) Yang pasti, jagalah ketertiban.



Gitar.


Setelah mengenalnya di kelas 1 SLTP, aku mencipta lagu lima tahun setelahnya. Saat itu aku mengenal sosok gadis yang bernama Fisca Ambarsari. Ia duduk di kelas yang sama denganku, tingkat kedua di SMU Negeri 1 Lubukpakam. Sekilas

Mencipta lagu itu asyik, apalagi kau tahu lagu itu akan dinyanyikan untuk siapa. Dan itulah yang kurasakan tiap kali membuatnya. Sudah berapa puluh lagu kucipta dan kunyanyikan untuk Fisca. Pun begitu, aku pernah mencipta lagu yang bukan untuknya, atau tidak terinspirasi olehnya.



- TUHAN.
Aku berpikir, kenapa aku tak mengucap syukur kepadaNya atas talenta istimewa yang Ia berikan padaku. Lalu, Mengucap Syukur menjadi lagu pertamaku yang bertema rohani. Kuciptakan pada akhir September 2008. Kemudian ada tiga lagu yang bertema sama.
Dalam KasihMu (Oktober 2008), Kau Sungguh Mengerti (Oktober 2008), dan Terguling Kemudi (dari puisiku dengan judul yang sama, dijadikan lagu pada Oktober 2009).

RINA.
Masih ingat dengan lagu Mendung? Lagu itu tercipta dengan sumber inspirasi dari cerita darinya. Aku menciptanya pada September 2009. Ironisnya, aku sempat tak mau menyanyikan lagu itu. Kesannya aku dipukul habis oleh liriknya. Mendung tercipta untuk memberikan semangat pada Rina. Nyatanya ketika kejadian yang hampir sama terjadi padaku, aku malah down dan berbeda sekali dengan aku di lagu Mendung. Saat itu adalah saat-saat terkelam yang pernah kualami.

http://www.facebook.com/note.php?note_id=220554483571

- KEN.
Gadis kecil asal Selong, Lombok ini punya hal berbeda. Ia ceria dan enerjik. Suaranya besar cenderung parau. Kalau ia mau belajar olah vocal, kupikir aku akan punya sahabat yang penyanyi juga :p Aku mencipta Mari Berbagi, Februari 2010, untuknya.

http://www.facebook.com/note.php?note_id=348015133571

- INTAN.
Sahabat karib Ken dan tinggal di pulau yang sama. Keduanya menganggapku abang atau entahlah mereka mungkin merencanakan apa. Intan berulang tahun, dan aku hadiahkan sebuah lagu berjudul Kepakkan Sayapmu, yang kuciptakan pada pertengahan Maret 2010.

http://www.facebook.com/note.php?note_id=424147643571


Tapi...inspirasi bisa datang darimana saja.


Tak ada yang sempurna. Aku pernah begitu jahat mengatakan sebuah lagu yang kuciptakan untuk seseorang padahal nyatanya bukan. Meskipun itu sebatas pesan private dan obrolan gombal juga di facebook ini, tapi itu selalu membuatku dihantui perasaan bersalah. Lagu itu berjudul Engkau. Aku tak ingat kapan menciptanya, dan untuk siapa. Tetapi, karena suatu ketika keadaannya adalah untuk menggoda seorang perempuan, aku mengatakan itu untuknya. Begitu saja. Akibatnya hal itu sangat menyakiti orang yang sangat aku sayangi : Fisca.

Ia menganggapku begitu memahami perasaan perempuan itu sampai mencipta lagu untuknya. Aku tak punya kata-kata pembelaan, karena pesan inbox itu sudah jelas menyudutkanku. Aku tak bilang aku sedang menggombal, kupikir itu hanyalah ucapan pengecut. Namun, terkadang kau harus bisa berpikir dengan sudut pandang yang berbeda.

file Engkau kuhapus selamanya.

Ingin kukatakan padanya, bahwa yang ia lihat di pesan itu adalah ucapan gombal seorang pemuda sepertiku. Aku sadar bahwa aku keterlaluan untuk sebuah lagu. Tapi sampai saat ini, aku tak yakin ia mempercayaiku. Aku benar-benar tak bisa menguasai diri.

Aku tak pernah mencintai orang lain selain Fisca.

Mungkin aku pernah terjebak pada suatu perasaan yang tak jelas, atau punya sifat liar umumnya pada laki-laki. Tapi itu bukan seperti apa yang kurasakan padanya. Itu tak pernah bisa diperbandingkan.

Faktanya aku mencipta lagu dengan sumber inspirasi yang berbeda, tidak selalu cintaku padanya. Semacam persahabatan, ulang tahun, kisah orang lain, dan akan bertambah lagi nantinya. Tetapi lagu cinta pada Fisca selalu mendominasi. Lima puluh lebih lagu yang telah kuciptakan dan empat puluh lagu saja sudah bisa membuatmu senyum-senyum karena intinya hanya cinta pada Fisca. Cintaku pada Fisca.

Dan pada lagu Engkau, tidak seperti dugaannya itu yang sebenarnya terjadi. Tetapi apalah yang bisa kukatakan, karena buktinya sedemikian rupa. Andai saja aku tak mencipta lagu itu. Andai saja aku tak pernah liar.



... Andai saja ia tahu


Aku mengerti dan selalu bisa memahami. Sekarang kita menatap masa depan.



Kupikir hanya itulah yang membuatku menulis ini, mengundang teman-temanku : berbagi.




-Chris-

0 comments: