Sunday, December 27, 2009

Lebur Sudah

07.271209.


Rasanya tak mungkin bisa lepas. Perasaan bersalah adalah sesuatu yang tak menyenangkan.

Aku mendapati diriku dalam lumpur kesalahan yang tak pernah termaafkan. Apa yang tak pernah termaafkan, bahkan Pembunuh pun dimaafkan. Iya, jika kita menilai sebagai orang lain. Tapi, sang pembunuh itu sendiri? Bagaimana ia menjalani hari setelah ia membunuh? Ini tak termasuk sosiopat yang sengaja membunuh, atau yang lain.

Aku juga punya kesalahan yang tak akan pernah kumaafkan. Tidak. Aku pernah meninggalkan orang yang sangat kusayang, sampai akhirnya ia bertahan hidup bersama orang lain. Kulihat dirinya bahagia, berbagi mimpi dan cinta bersamanya, tersenyum, tertawa dan senang. Mendapat kasih sayang dan pengharapan. Mungkin itu efek tak langsung dari kesalahan yang sudah kubuat.

Padaku sendiri? Perasaanku terasa gemar menyiksa. Aku takkan pernah bisa. Tiap kali, tiap saat, aku hanya bisa melihat foto tersenyumnya di layar, membelainya seolah-olah itu bisa menenangkanku, memberikannya kenyamanan yang ia butuhkan sekalipun tak meminta. Lalu tangisku berderai. Aku bahkan sanggup hanya menangis seharian tanpa makan apa-apa. Hanya merokok dan merokok. Lama-lama suaraku hancur dan mimpiku lebur. Lalu semuanya tak menjadi nyata. Ia sudah bersama yang lain. Betapa perasaan bersalah itu ingin membunuhku.

Mungkin, saat ini mati adalah jalan terakhir

0 comments: